Belanja dengan kecerdasan buatan? Seperti Apa di Masa Depan?

/ / Retail, Teknologi

Ritel yang terus berkembang dengan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara barang dapat dibeli dan dijual.

Melaluli robot inventaris dapat secara otomatis mengisi rak produk dan sensor dapat melacak pola lalu lintas pelanggan untuk mengidentifikasi tata letak toko. Peluang cross-selling dan digital signage dapat disesuaikan untuk audiens tertentu, memberikan informasi terkini untuk memotivasi konsumen, seperti memperingatkan mereka ketika stok hampir habis.

Augmented reality (AR) juga meningkatkan pengalaman ritel dalam berbelanja. Dalam peralatan rumah tangga, konsumen dapat mengunggah gambar kamar mereka dan mendekorasi ulang menggunakan AR untuk melihat skema warna yang berbeda dan memilih aksesori yang sesuai, yang disarankan oleh komputer. Demikian pula, dalam pakaian, konsumen dapat mengunggah gambar mereka untuk “mencoba” pakaian dan kecerdasan buatan dapat mencocokkan aksesori yang sesuai dengan pakaian, tidak hanya cross-selling tetapi juga menyediakan layanan penataan gaya kepada pelanggan.

Dorongan AI pada saat pandemi

Pandemi mempercepat integrasi AI ke dalam ritel karena memfasilitasi belanja nirsentuh. Dengan “visi komputer” AI, Anda dapat “melihat” item secara akurat di keranjang pelanggan dan menghitung biayanya, menghilangkan kebutuhan staf check-out untuk menangani setiap item secara manual guna memindai barcode.

Salah satu ritel Prancis Carrefour meluncurkan toko dengan di dukung program AI di Paris pada November 2021, yang disebut Flash 10/10, karena dibutuhkan “10 detik untuk berbelanja dan 10 detik untuk membayar”, dan pelanggan memiliki akses ke “900 item dalam sekejap”.

Pelanggan dilacak secara anonim sebagai avatar virtual, dialokasikan kepada mereka segera setelah mereka memasuki toko, yang dilengkapi dengan 2.000 sensor AiFi terintegrasi yang terpasang di rak dan 60 kamera bertenaga AI di langit-langit, semuanya mendaftarkan pemilihan item.

Saat pelanggan mengambil produk, produk tersebut secara otomatis ditambahkan ke keranjang belanja virtual. Ketika pelanggan selesai berbelanja, mereka memvalidasi pembelian dengan melewati terminal checkout dan melakukan pembayaran tanpa kontak.

Berbelanja dengan kode QR memungkinkan lebih untuk menghemat waktu.

Bagaimana cara kerja toko yang didukung AI?

Pada bulan September, toko yang didukung dengan program kecerdasan buatan pertama di Timur Tengah, Carrefour City+, dibuka di Mall of the Emirates, Dubai, di UEA.

Di sini, proses check-out telah dihilangkan. Pelanggan menggunakan ponsel mereka untuk mengakses toko, yang mendaftarkan mereka saat masuk. Begitu masuk, kamera AI mendeteksi dan menambahkan item yang dipilih ke keranjang belanja digital pelanggan, dan pembelian diselesaikan hanya dengan keluar dari toko.

Ritel yang berbasis di UEA Majid Al Futtaim berada di balik pengalaman ritel mutakhir ini, yang dirancang untuk “memfasilitasi belanja cepat dan tanpa kontak” menggunakan teknologi AI.

Resiko mining data

Data adalah tambang emas bagi retailer yang dapat secara akurat mengubah data menjadi wawasan yang menginformasikan tindakan yang paling menguntungkan bagi bisnis.

Marketer AI saat ini mengumpulkan (menggabungkan) sejumlah data dari pembeli dan mencari untuk kata kunci dan informasi untuk dapat menargetkan konsumen dengan produk yang sesuai di masa depan.

Bagi sebagian besar konsumen, menjadi target online bisa lebih bermanfaat dan tidak terlalu mengganggu, tetapi pembelanja yang terdukung oleh AI dapat menjadi korban spam atau sesuatu yang lebih serius yang dirancang untuk kehilangan sebagain uang mereka jika data mereka salah gunakan oleh pengiklan atau penjahat di dunia maya.

Di Eropa, ada undang-undang untuk melindungi publik dari pemasaran agresif dan pelanggaran privasi. Berdasarkan Pasal 8, Perlindungan Data Pribadi, setiap orang berhak atas perlindungan data pribadi mereka. Pasal tersebut menyatakan: “Data tersebut harus diproses secara adil untuk tujuan tertentu dan atas dasar persetujuan dari orang yang bersangkutan atau beberapa dasar sah lainnya yang ditetapkan oleh hukum.” Namun, di luar Eropa, undang-undang bervariasi dan tidak berlaku sama sekali dalam lingkaran kriminal.

Sumber : https://www.euronews.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP